Meski Berat, Orangtua Terima Pembelajaran Tatap Muka Ditunda

Ini penting, karena di masa pandemi Covid-19, membeli makanan dan minuman dengan peralatan dari penjual berisiko menimbulkan penularan,” jelasnya. “Jika suhu tubuh anak di atas batas, batuk, dan sesak napas, sebaiknya minta izin untuk tetap di rumah,” ujar dr Ria. Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia Aman B. Pulungan juga mengatakan bahwa pembukaan sekolah ini harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Pasalnya jumlah kasus COVID-19 pada anak di Indonesia sampai saat ini sudah mencapai kurang lebih one hundred ribu. Dari jumlah itu, yang meninggal paling banyak adalah anak-anak yang berusia di bawah lima tahun, dan diikuti dengan kelompok anak pada usia tahun. Ia berharap Kemendibud Ristek dapat menjalankan amanat Presiden Joko Widodo yang menginsruksikan hanya sekolah yang sudah siap secara maksimal dari segala aspek yang akan dibuka, dan itupun dilakukan secara sangat terbatas.

Partisipasi orang tua dalam menemani anak-anaknya belajar secara daring dirumah sangat penting sehingga orang tua dapat memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Rembang, Mitrapost.com – ditetapkannya sebagai zona merah akibat Covid-19, memaksa beberapa kegiatan belajar mengajar di Rembang harus dilakukan secara daring. Namun dari pihak orang tua merasa kegiatan tersebut masih memiliki banyak kendala. JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan terus berupaya menggelar uji coba sekolah tatap muka terbatas. Namun, langkah tersebut belum sejalan dengan orang tua murid yang masih banyak menolak rencana itu.

Banyak kasus, anak sibuk dengan ponselnya karena orang tua pun sibuk bekerja. Terlalu banyak hal yang memecah konsentrasi anak jika belajar mandiri di rumah. Sekolah yang memiliki dana cukup bisa juga dengan memfasilitasi siswa dengan membelikan paket knowledge untuk mendukung pembelajaran daring. Dalam kondisi yang sangat terpaksa sekolah juga bisa membuat kebijakan dengan penugasan maupun tes secara luring, namun tetap memperhatian protokol Kesehatan. Pengukuran tugas guru di masa pandemi covid 19 sdh terantisipasi pada sistem dapodik yang memberikan ruang untuk pelaksanaan pembelajaran kedaruratan sehingga terkait dengan pemenuhan persyaratan pembayaran tunjangan sertifikasi diberikan ruang khusus.

Di Bojonegoro sendiri yang sudah menerapkan PJJ akibat imbas virus Covid-19 telah melakukan ujicoba pembelajaran tatap muka langsung di beberapa Sekolah Menangah Pertama ( SMP/MTS ) sampai dengan beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA/MAN). Tak heran anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar sudah sangat pandai menggunakan gawai ataupun perangkat teknologi lainnya. Namun sebagai orang tua juga harus memperhatikan akses yang dilakukan anak terhadap internet Daftar Situs Judi Slot Terpercaya 2021, karena tak bisa dipungkiri perkembangan teknologi saat ini selain berdampak positif juga berdampak negatif terhadap perkembangan anak. Sonora.ID -Setelah sekitar empat bulan seluruh siswa di Indonesia melakukan pembelajaran di rumah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim akhirnya menyatakan bahwa pembelajaran tatap muka suka boleh dilakukan.

Ada yang setuju kegiatan tatap muka dilakukan, ada juga yang tidak setuju. Satriwan mengungkap, kenyataanya sekolah memberi surat persetujuan pada orang tua untuk pelaksanaan sekolah tatap muka, bila orang tua setuju dan terjadi hal tidak diharapkan pada anak, maka tanggung jawab sepenuhnya kembali pada orang tua. Kebijakan untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah atau tidak ini pun sepenuhnya diputuskan oleh pemerintah daerah masing-masing yang ada di Indonesia. Di sisi lain, Dwi Rochani, salah satu ibu memberi tanggapan berbeda. SKB juga menjelaskan kewenangan pemerintah daerah, kantor wilayah, dan kantor Kementerian Agama untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di bawah kewenangan masing-masing mulai semester genap pada Januari 2021.

Kemudian, orangtua dan anggota keluarga dewasa di rumah diharapkan dapat memeriksa apakah kebutuhan anak telah terpenuhi dan mencari bantuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut ke fasilitas layanan terdekat. “Tidak disarankan untuk menggunakan transportasi umum bagi siswa untuk pergi dan pulang sekolah. Sebaiknya antar dan jemput anak dengan kendaraan pribadi bila memungkinkan,” saran dr Ria. “Saat sekolah nanti, bawa air minum dan peralatan makan sendiri dari rumah.

“Jadi jangan sampai orang tua murid sudah yakin melepaskan anaknya di sekolah tapi dari pihak Dinas Pendidikan ataupun Dinas Kesehatan sendiri tidak memfasilitasi hal tersebut sesuai anjuran three M ,” tutupnya. Kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai daftar periksa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menegaskan bahwa keputusan ini memperbolehkan Pemda membuka sekolah tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Saya setuju jika anak saya yang bernama ELVANIA ERISKI FEBRIANA masuk dan belajar tatap muka. Orang tua dari semua tingkatan sekolah di DKI Jakarta setuju dilakukan pembelajaran tatap muka. Alasannya, mereka tidak mampu lagi membimbing putra-putrinya di rumah. Anaknya juga jenuh dan stres karena cara mengajari berbeda dengan guru di sekolah. Tidak semua orang tua bisa menggantikan peran sebagai guru sekalipun di rumah dan untuk satu-dua murid yang adalah anak sendiri. Banyak orang tua murid yang setuju, namun tak sedikit yang ragu-ragu dan menolak wacana dan rencana tersebut.

Tanggapan orang tua mengenai sekolah tatap muka

“Selain mengantongi ijin dari Satgas Covid-19, pemberlakuan sekolah tatap muka juga telah mendapat persetujuan dari Komite Sekolah atau orang tua/wali siswa. Persetujuan dari wali siswa bersifat wajib sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Nur Khamid. Banyak orang tua yang berpendapat dengan berpartisipasi dalam pembelajaran daring ini dapat mempererat hubungannya dengan anaknya, serta secara langsung mereka berpartisipasi dalam memberikan pendidikan yang terbaik bagi anaknya. Artinya, jumlah peserta sekolah tatap muka maksimal 25% dari total murid yang ada.

Sehingga dengan adanya hal itu, akhirnya orang tua diminta untuk meninggalkan sekolah. Mengenai kebijakan belajar tatap muka di sekolah, Mendikbud juga menambahkan bahwa kapasitas belajar tatap muka hanya sebesar 50 persen saja. Oleh karena itu, pihak sekolah masih harus membuka sistem pembelajaran jarak jauh dari rumah masing-masing siswa seperti yang selama ini dilakukan di masa pandemi Covid-19. JAKARTA – Setelah lebih dari setahun melakukan Pembelajaran Jarak Jauh , Pembelajaran Tatap Muka rencananya akan kembali digelar pada Juli 2021. Namun, wacana ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat, khususnya orang tua murid.