Nadiem Ingin Pembelajaran Tatap Muka Disegerakan, Tapi Kesiapannya Masih Dikeluhkan

Jadinya bulan Juli nanti goal semua sekolah PTM terbatas sudah rampung,” katanya. Sementara, Komisioner KPAI Komisi Bidang Hak Sipil, Jasra Putra, menuturkan pemerintah daerah harus jujur dengan data kasus COVID-19 di wilayahnya saat memutuskan membuka sekolah tatap muka terbatas. KPAI pun merekomendasikan 14 hal terkait rencana pemerintah menggelar pembelarajan tatap muka pada Juli mendatang.

“Hari ini dalam kegiatan vaksinasi massal, seluruh guru kita undang untuk divaksin, dalam rangka mendukung dan menyukseskan pembelajaran tatap muka yang rencananya akan dilaksanakan Juli mendatang,” sebut Wako. Bukan hanya bertahap, kata Salim pembukaan sekolah juga harus memenuhi syarat pemetaan, yaitu pemantauan vaksinasi dan pemetaan kesehatan. Pastikan daerah yang sekolah membuka tatap muka, gurunya sudah disuntik vaksinasi, dan jumlahnya harus disampaikan ke masyarakat.

Setelah dua bulan, kantin diperbolehkan beroperasi dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Para kepala sekolah diimbau untuk memberikan edukasi penerapan protokol kesehatan secara konsisten hingga memastikan seluruh PTM terbatas dilaksanakan dengan memenuhi seluruh protokol kesehatan. “Kami rekomendasikan setiap pemerintah daerah dan pihak dinas kesehatan, mengawasi murid ketika keluar sekolah. Harus ada satgas khusus memantau mobilitas anak. Bisa ambil dari unsur Satpol PP, polisi atau dinas kesehatan,” katanya. Hal senada juga disampaikan Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru , Satriwan Salim yang mengatakan, kesiapan sekolah melakukan belajar tatap muka harus merujuk pada daftar periksa yang dibuat Kemendikbud. Retno menambahkan, berdasarkan kajian KPAI soal negara-negara yang melakukan sekolah tatap muka di masa pandemi, negara-negara itu telah melakukan penyiapan dengan sungguh-sungguh. “Serta memiliki mitigasi resiko yang baik, sehingga dapat mencegah sekolah menjadi kluster baru,” ucapnya.

Sejumlah kalangan berpendapat, pemerintah harus benar-benar memastikan bahwa pelaksanan vaksinasi Covid-19 bagi guru sesuai target agar pembukaan sekolah bisa kembali dilakukan. Selain itu, IDAI meminta sekolah dan tim Usaha Kesehatan Sekolah sudah menyiapkan alur mitigasi jika ada warga sekolah yang sakit dan sesuai kriteria diagnosis Judi Slot Online suspek/probabel atau kasus Covid-19 terkonfirmasi. Menurut IDAI, persyaratan untuk sekolah yang dibuka kembali adalah antara lain terkendalinya transmisi lokal yang ditandai dengan positivity rate kurang dari 5 persen dan menurunnya tingkat kematian.

“Kemudian bila orang tua/wali murid akan menjenguk maka orang tua/wali melakukan tes PCR untuk memastikan bahwa tidak menderita Covid-19,” katanya. IDAI juga merekomendasikan, kelompok kecil siswa dapat datang dan pulang di waktu yang sama. Selain itu, harus ada penjagaan gerbang dan pengawasan yang disiplin guna menghindari kerumunan di gerbang sekolah. Menurutnya, kegiatan sosialisasi soal KTR harus terus dilakukan secara berkesinambungan. “Kita juga takut anak-anak kita kehilangan kesempatan belajar yang baik. Karena belajar di sekolah lebih baik,” tutur Jumeri.

Isu sekolah tatap muka Juli 2021

“Jadi orangtua yang bisa memilih, apakah anaknya belajar tatap muka atau tetap PJJ dari rumah,” ucap Nadiem. “Jadi mohon bantuan juga Kepala Daerah, karena vaksin kami kirimkan kepada Kepala Daerah, prioritaskan guru dan lansia. Terutama guru-guru ini harus sudah divaksinasi sebelum tatap muka terbatas dilaksanakan,” kata Budi. Terkait hal tersebut Kementerian Kesehatan sepenuhnya akan mendukung kebijakan ini. MerahPutih.com – Hari ini Pemprov DKI Jakarta mulai melaksanakan uji coba tatap muka di sekolah tahap II dengan peserta sebanyak 226 sekolah, baik swasta dan negeri. Karena data menunjukkan bahwa masyarakat usia sekolah yakni 6 – 18 tahun menyumbang 9,6 persen dari kasus positif nasional.