Perguruan Tinggi Miliki Peran Penting Dalam Menciptakan Peluang Kewirausahaan

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Mahasiswa asal Papua tersebut, dan menyampaikan motivasi agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Ahmad Luthfi, SH, SST, MK melakukan takziah ke Rumah Duka Tiong Ting RST .dr. Asmir Kota Salatiga atas meninggalnya seorang mahasiswa asal Timika Papua bernama Yanus Mirib, akibat kecelakaan lalulintas, Sabtu (1/5/21). Puluhan orang itu diringkus karena mencoba menyusup ke dalam massa demo buruh dan hendak membuat kerusuhan. Zainut mengatakan, dalam keadaan pandemi seperti sekarang orang menghadapi dua risiko, tertular atau menularkan virus, dan keduanya sama-sama bisa membahayakan keselamatan.

Sedangkan pemateri kedua disampaikan oleh Pak Andreas Syah Pahlevi, S.Sn., M.Sn, ACA. Materi yang disampaiakan mengenai kreativitas dan inovasi dalam psychological entrepreneur untuk merespon ekonomi kreatif. Karakteristik utama dalam berwirausaha adalah disiplin, mandiri, kerja keras dan bekerja cerdas. Kerja keras diperlukan agar kita dapat mencapai target dalam berwirausaha, sedangkan berkerja cerdas dapat kita lakukan dengan menumbuhkan sikap kreatif dan inovatif dalam berwirausaha. Kreatifitas dalam berwirausaha dapat menambah nilai tambah tehadap suatu barang dan inovasi dalam berwirausaha dapat memudahkan kita dalam menghadapi tantangan dalam pasar.

Inovasi atau transformasi bisnis tidak bisa dijelaskan berdasarkan ego seseorang saja. Larry Page, Steve Jobs, Michael Dell hingga Richard Branson pastinya punya orang-orang terbaik di sekitarnya. Richard Branson, salah satu orang terkaya di dunia versi majalah Forbes ini lalui perjalanan bisnis yang tidak singkat. Begitu juga dengan yang dilakukan Larry Page bersama Sergei Bryn ketika memegang kendali Google, atau Michael Dell ketika menjalankan berbagai macam pengembangan bisnis komputernya.

Atau juga yang lebih simpel, para pelajar dan mahasiswa bisa membuat gorengan untuk dijual. Menjadi pedagang diperlukan usaha yang keras dan juga modal yang cukup untuk menambah uang saku. Misalnya, mahasiswa memiliki kemampuan dalam bidang pelajaran bahasa Inggris, maka menjadi guru bahasa Inggris begitu pun dengan bidang lainnya.

Anak dari pasangan Nana dan Anah ini tidak ingin tertinggal dalam belajar, meski dari keluarga yang kurang mampu. Setiap pagi, keluarganya mengantarkan Ida dengan digendong hingga bangku di ruang sekolahnya. Meski keadaannya sebagai penderita disabilitas, Ida tidak merasakan perlakuan diskriminasi sejak di SD hingga SMA saat ini.

Faktor orangtua dalam keluarga sangat menentukan juga karena mereka adalah mitra para guru dalam bekerja bersama-sama untuk tujuan tersebut. Orangtua tidak cukup puas hanya menyerahkan urusan dan tanggung jawab ini pada guru. Dengan kebutuhan seorang siswa dapat memperbaharui motivasi intrinsiknya jika ia dapat melihat dengan cermat apa yang paling dibutuhkannya saat ini . Juga jika siswa dapat melihat atau mempunyai visi atau cita-cita mengenai hidupnya di masa yang akan datang .

Di satu sisi, sayapun sangat memahami kekhawatiran setiap orangtua, dan saya kira hampir setiap anakpun menginginkan hal tersebut. Selama melakukan proses belajar, tidak menuntut kemungkinan siswa akan mendapati kesulitas tentang tugas atau materi yang sedang dikerjakan. Jika di sekolah siswa akan melakukan tukar fikiran kepada rekannya atau bertanya pad gurunya, maka selama dirumah siswa juga diharapkan tetap aktif berkomunikasi dengan guru dan rekan sekolah melalui alat komunikasi. Atau siswa jika dapat meminta bantuan kepada keluarga yang dirasa mampu untuk membantunya. Sehingga, proses belajar si anak dirumah dapat tetap berjalan dengan baik.

Motivasi bagi pelajar untuk memulai usaha

Modal awal yang diperlukan untuk sebuah bisnis biasanya membutuhkan jumlah yang tidak sedikit. Akan tetapi, di samping menjalankan bisnisnya, mereka juga menyeimbangkan tugas-tugas kuliah mereka dan impian wirausaha yang terlihat agak sedikit merepotkan di benakmu. Untuk memulai suatu bisnis, kemauan, mental, dan kerja keras tentu sangat dibutuhkan pada usia berapapun.

Nah, dengan adanya inovasi, maka produk yang Anda miliki menjadi berbeda dengan produk lainnya. Pun, akan mudah bagi konsumen untuk melihat ciri khas produk Anda. Anda pun bisa membuat ide bisnis baru karena peluangnya terbuka lebar. Tetapi untuk keluar dari stabilitas seperti itu akan lebih sulit daripada yang Anda pikirkan, dan Anda mungkin tidak akan pernah mengambil lompatan yang besar dalam hidup.

Menurut Chatterjee et al., akan ada jumlah aktivitas kewirausahaan yang lebih besar secara proporsional dalam suatu masyarakat jika ada tingkat kebutuhan yang cukup tinggi untuk pencapaian dalam suatu masyarakat. Tingkat kebutuhan yang lebih tinggi dapat termotivasi dari individu untuk menetapkan tujuan, menggunakan keterampilan dan kemampuannya sendiri dalam berupaya mencapai pencapaian wirausaha yang sukses tersebut. Dalam konteks kesuksesan kewirausahaan, gagasan motivasi tampaknya sama pentingnya. Motivasi dapat disebut sebagai “berjuang untuk mencapai hasil terbaik yang memiliki standar kesempurnaan dan karenanya dapat menghasilkan keberhasilan atau kegagalan”. Motivasi dapat dikaitkan dengan preferensi untuk risiko, mengambil tanggung jawab pribadi untuk hasil, menggunakan umpan balik untuk memodifikasi kinerja, dan memiliki gaya ekspresif tersendiri.