Guru

“Diminta agar orang tua bisa menjemput anak-anak mereka disaat jam pulang sekolah, agar mereka tak berkeliaran,” ungkapnya. Minggu ini memasuki pekan ke-3 siswa SD sampai dengan SMA belajar di rumah, akibat kebijakan pemerintah dalam rangka memutus rantai penularan virus corona dengan social distancing. Yang disimulasikan tersebut sesuai standar protokol kesehatan seperti tata cara sebelum masuk kelas, setiap sekolah wajib menyediakan tempat cuci tangan dan ini disimulasikan selama 3 hari. “Kami memulai pembelajaran tatap muka setelah melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19, tatap muka ini kami lakukan karena kami merasakan banyak anak anak yang rindu dengan lingkungan sekolahnya,” ujar Agus. Alasan pertama mengapa orangtua menyambut baik rencana pembelajaran tatap muka adalah karena orangtua kesulitan mendampingi anak-anaknya saat PJJ.

Anak rindu sekolah tatap muka

Roslinda yang berasal dari Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, berharap seluruh orang dewasa bersedia divaksin, sehingga pandemi segera berakhir dan anak-anak dapat kembali belajar tatap muka di sekolah. Suara.com – Persatuan Guru Republik Indonesia menyambut baik keputusan bersama empat menteri untuk memperbolehkan pembukaan sekolah pada Januari 2021. Sesuai konsep yang kini masih disusun, sebut walikota, nantinya orangtua atau wali murid akan mendampingi anak ke sekolah untuk menerima dan mengumpulkan pekerjaan rumah yang diberikan guru kelas. Sejumlah orang tuapun mengaku kewalahan dengan proses belajar mengajar sistem Daring ini. Di Pedesaan di Kabupaten Buleleng, juga masih sulit melakukan pembelajaran dengan cara virtual.

Ketika orangtua harus bekerja di luar rumah, mereka menjadi tidak punya waktu untuk mendampingi anak saat PJJ. Menurut penelitian terbaru dari Common Sense Media dan Boston Consulting Group, sekitar 15 juta hingga 16 juta siswa sekolah negeri K-12 di AS tinggal di rumah dengan koneksi web yang tidak memadai. Masalah tidak sampai di situ, pembelajaran jarak jauh juga membuat anak-anak dan orangtua tidak mudah mengendalikan emosi. Siapapun yang memiliki anak usia sekolah mungkin bisa memahami situasi membingungkan seperti sekarang.

Walaupun agendanya padat, Kalla tak melepaskan perhatiannya dari perkembangan peristiwa terhangat di Tanah Air. Kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam, Muhammad Rizieq Syihab, menjadi salah satu isu yang menyedot atensinya. Selain menyoroti kerumunan massa pendukung yang menyulut reaksi pro-kontra di tengah pandemi, Kalla menilai kembalinya Rizieq yang disambut gegap-gempita menggambarkan adanya kekosongan kepemimpinan Islam saat ini.

Hanya segelintir siswa saja yang tergabung dalam program tersebut, termasuk Pang yang sebelumnya berada di penempatan stage paling bawah. Demi menaikkan levelnya, ia berusaha keras untuk lolos ujian penempatan yang tidak ia ketahui, ternyata kelas level atas adalah untuk melatih kemampuan supernatural para siswanya. Hal sama diucapkan Nando .Siswa kelas VI SDN Jepun .Kerinduan memakai seragam sekolah serta belajar bersama membuatnya menangis setiap kali mengingatnya. Kecermatan dan kehati-hatian tetap harus dikedepankan berkaitan dengan pembukaan sekolah kembali untuk menghindari terjadinya kluster baru di sekolah. Kerinduan adalah hal yang manusiawi, namun jangan sampai mengalahkan akal sehat. Sekolah harus didampingi dan didukung pendanaan untuk menyiapkan infrastruktur dan SOP protokol kesehatan.

“Jika di daerah positive rate-nya di atas 5 persen ya tentu kita tidak dorong , jadi tetap daring ya. Yang di bawah itu, daerah-daerah terpencil di kabupaten-kabupaten yang katakanlah dari zona oranye menuju abu-abu dan hijau, ya ini tentu kita dorong untuk PTM,” jelas Jasa. Selain itu, berdasarkan survei yang dilakukan KPAI pada 2020, 70 persen anak mengaku rindu untuk kembali ke sekolah.

BANDUNG,DISDIK JABAR-Tidur lebih enak dan nugas juga jadi lebih nyantai. Begitu yang dirasakan Rusydi Abdurrohman, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Cimahi selama mengikuti pembelajaran di rumah. Diantara keenam siswa ini hanya satu orang yang memiliki handphone android dengan mencari tempat yang berdekatan tiang wi-fi milik warga sekitar. Di tempat yang sama, salah satu peserta les mengaku senang dengan cara Dhuaini mengajar.

“Saya sangat berterima kasih atas semua dukungan dan bantuan orang tua dan seluruh guru di SDN 016 Bontang Selatan,” terang dia. Siswa mulai jenuh di rumah, mereka merindukan bercanda dengan teman, kangen kegiatan ektrakurikuler, kangen jajan di kantin sekolah dan aktifitas intra dan ekstra kampus. Adanya penutupan sekolah, peserta didik akhirnya tidak dapat berinteraksi dengan teman-temannya, termasuk dengan gurunya.

Namun apa daya, pandemi COVID-19 ini, membuah skema pendidikan terpaksa harus diubah demi menjaga generasi bangsa itu agar tidak terpapar wabah virus corona. Suaranya datar, pelan, kelopak matanya menurun, bibirnya mengernyit ke bawah, saat dia membayangkan jika Slot Online Terpercaya seandainya para siswa tidak sepenuhnya mempelajari materi pendidikan yang diberikan saat belajar daring tersebut. “Kasian aja om sama adik-adik ini. Mereka masuk sekolah hanya seminggu sekali, itupun hanya mendapatkan tugas rumah dari guru,” jelas Dhuaini.